-->
  • Jelajahi

    Copyright © Intermezzo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ads

    Epilog [ Pondok di Tengah Hutan 4.0 ]

    BlackEye
    Thursday, March 24, 2022, March 24, 2022 WIB Last Updated 2022-03-23T23:31:07Z
    masukkan script iklan disini
    Tokoh aku dalam cerita Pondok di Tengah Hutan, adalah seorang remaja 20'an tahun, itu dilihat dari sikap dan tingkah lakunya di cerita ini. Dia bisa dibilang dari keluarga yang berkecukupan. Bisa kalian baca di Bagian pertama di cerita Pondok di Tengah Hutan 1.0. Kakek Buyutnya atau ayah dari kakeknya, adalah seorang pengusaha besar, yang memiliki banyak perusahaan, telah mengundang tokoh aku, untuk berkunjung ke kediamannya yang terletak di tengah Hutan.

    Cerita awal dari Pondok di Tengah Hutan 1.0, menggambarkan bahwa perjalanan tokoh aku sangat jauh, diawali dari rumah penduduk pinggiran hutan tempat ia memarkir mobilnya, hingga ia sudah sampai di Pondok di Tengah Hutan, sebagai tempat transit, sebelum ia sampai di kediaman kakek buyut. Di bagian ini pula, diceritakan tokoh aku, pertama kali diganggu oleh 'hal' yang tidak kasat mata.

    Lantas ceria keduanya, tokoh aku di cerita Pondok di Tengah Hutan 2.0, mengalami gangguan atau lebih tepatnya diperlihatkan sebuah sosok dari makhluk yang belum pernah ia temui sebelumnya. Sebab di ceritakan di bagian pertama, ia sudah beberapa kali datang ke tempat itu, namun baru kali itu ia bertemu dengan sosok wanita, yang sebenarnya itu adalah perwujudan dari arwah ibunya, yang telah lama meninggalkan tokoh aku sejak kecil, itu akan lebih banyak diceritakan di bagian ketiga dan cerita ini.

    Kemudian di bagian ketiga dari cerita Pondok di Tengah Hutan 3.0, tokoh aku mendadak berada di sebuah ruangan yang serba putih. Mendadak di ruangan tersebut, muncul sosok perempuan yang sangat menjijikkan, sosok itu bertanya pada tokoh aku, kenapa dia bisa di tempat serba putih itu. Kemudian tokoh aku dikembalikan ke pondok setelah sosok menjijikan tadi tidak menerima keberadaan nya. Dan selanjutnya tokoh aku dipertemukan lagi dengan sosok wanita yang merupakan perwujudan dari ibunya. Dari ibunya, ia disuruh untuk meninggalkan dan jangan lanjutkan perjalanan ke tempat kakek buyutnya.

    Sebetulnya, cerita ini akan aku sudahi saat sudah memasuki ke bagian ketiga. Akan tetapi aku masih memiliki banyak ide untuk menambah keseruan di cerita ini. Selain itu masih banyak hal yang menggantung, seperti siapakah sebenarnya tokoh kakek buyut, lantas apa hubungannya dengan kepergian ibu dari tokoh aku, selain itu tokoh aku juga masih misterius. Maka, aku putuskan buat melanjutkan cerita ini, namun dengan judul yang berbeda.

    Keputusan ku, untuk merubah judul yang berbeda karena ide ku untuk melanjutkan ceritanya, sudah tidak ada hubungannya lagi dengan Pondok di Tengah Hutan. Namun akan mengarah ke cerita selanjutnya yaitu tempat kediaman kakek buyut.

    Bicara tentang ide cerita, sebenarnya saat aku membuat cerita Pondok di Tengah Hutan ini, saat aku melihat sebuah tayangan di YouTube. Dalam video yang berdurasi lebih dari 20 menit itu, menggambarkan keadaan seseorang yang melepaskan kehidupan normalnya, sebagai manusia modern yang pindah tinggal di tengah hutan.

    Memang, video yang aku lihat itu cuma settingan semata, namun buat aku itu menjadi keren! Logikanya adalah kehidupan yang serba dimudahkan atau sering kita sebut zaman modern, merupakan suatu keadaan yang sebenarnya malah menjadikan kita sebagai manusia, lupa pada kodrat sebagai makhluk sosial yang tinggal di dunia. Dengan tidak memiliki waktu untuk merawat lingkungan, atau bersosialisasi dengan lingkungan dimana kita tinggal.

    Terkesan tidak ada hubungannya memang, antara cerita ku dengan video tersebut. Akan tetapi itulah awal mula aku memiliki ide membuat cerita bersambung ini. Yang menghubungkan antara keduanya, adalah sama-sama tidak mencerminkan budaya modern. Dari tokoh aku yang harus berjalan kaki, meski ia punya mobil, lalu pondok yang terbuat dari kayu, dan penerangan yang menggunakan lampu minyak, meskipun tokoh aku diceritakan menggunakan senter. Namun demikian, ide cerita yang aku kemangkan dari menonton sebuah video di YouTube.

    Selain daripada itu, jika kalian jeli dan selalu mengikuti cerita yang sudah aku buat di sini. Tokoh aku, tidak aku terlalu dalami karakter nya. Sebab aku pikir, akan jadi sebuah kepenasaran dan misterius tentang siapakah tokoh aku ini. Entah dia laki-laki atau perempuan, nama atau identitas nya pun aku bikin misterius. Sedangkan umurnya pun baru aku tuliskan sekarang. Karena, di ideku untuk cerita kelanjutannya, tokoh aku akan menjadi menarik jika tidak terlalu diekspos.

    Tentang cerita Pondok di Tengah Hutan ini, bukan aku buat untuk cerita horor, namun cerita fiksi fantasi. Meskipun kejadian-kejadian yang dialami oleh tokoh aku dari bagian pertama sampai bagian ketiga, beririsan dengan suatu hal yang tidak masuk akal, atau bisa disebut makhluk halus. Namun itu adalah penggambaran suatu keadaan yang tokoh aku alami di cerita petualangan nya. Bukan sesuatu yang menjadi inti dari cerita ini.

    Yang terakhir dari epilog ini, aku harap bisa menyelesaikan cerita ini dan tidak membuat kalian bosan. Sebab aku bukan seorang penulis yang bisa membuat pembacanya terkagum-kagum, bahkan banyak dimana-mana tulisan ku yang typo, pengulangan kata, atau kadang susah dimengerti apa yang aku tulis. Namun sebagai seorang penulis yang acak a dulls, aku berusaha untuk memberikan cerita yang enak untuk dinikmati. Dan aku sangat bersyukur karena kalian mau membaca seluruh atau sebagian cerita yang aku buat, minimal kaluan mau membaca epilog ini sampai selesai, dan aku ucapkan banyak terimakasih!
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini