Hey cecoters, kembali aku bawakan sebuah cerita jalan jalan ke sebuah tempat yang cukup dingin dan lembab. Simaklah selengkapnya,
Sebuah Perjalanan..
Pagi itu, aku sampai di Karanglo, Malang. Jam masih menunjukan angka 04.30 am, cukup membuat kulit tubuh terasa dingin menyekat. Aku bukan alergi dingin, namun sepagi itu aku merasa sangat kedinginan.
Aku masih sempatkan diri untuk sekedar mencari cemilan di salah satu minimarket Karanglo. Sembari menunggu angkutan umum ke arah Karangploso, Malang. Dan sedikit menghilangkan rasa dingin sekejap.
Setelah semua siap, aku menunggu angkutan umum ke arah Karangploso. Tak begitu lama datang juga, angkutan yang mengantarkan aku ke Karangploso tersebut.
Singkat cerita, dari Karangploso aku lanjut ke Bendo, dan lanjut ke Turus. Semua perjalanan menggunakan angkutan umum, semacam angkot yang kurang lebih bisa memakan waktu kurang dari satu jam perjalanan, itu juga tergantung lama tidaknya menunggu angkutan umum. Jika ditempuh dengan sepeda motor, mungkin kurang lebih 20-25 menit perjalanan dari Karanglo sampai Turus.
Tempat Itu Bernama Gelagah Wangi..
Dan taukah kalian, kemana tujuan jalan-jalan kali ini? Gelagah Wangi! Yang terletak di lereng gunung Arjuno, tepatnya di kelurahan Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.
Pertama kita menapakkan kaki, kita akan disuguhi dengan pemandangan alam pegunungan yang sejuk. Area perkebunan apel yang akan membuat mata menjadi 'adem'. Selain itu, penduduk disekitar perjalan dari Turus ke Sumbergondo, akan hangat menyapa kita dengan penuh keramahan, serta menambah kewarasan kita akan budaya ketimuran kita. Yakin, dari pemandangan alam, rute perjalanan, serta ramahnya penduduk, akan membuat kita cinta dan lebih mencintai kekayaan bumi Nusantara kita ini.
Lanjut ke topik, Gelagah Wangi ini merupakan objek wisata alam yang baru diresmikan sekitar pertengahan tahun 2021. Meski demikian, objek wisata Gelagah Wangi ini telah siap sejak beberapa waktu yang lalu. Namun begitu, seperti kebanyakan objek wisata di Nusantara, sarana dan prasarana masih belum bisa dikatakan sempurna. Akan banyak kendala yang harus dilengkapi di sana-sini. Seperti jalan, angkutan umum yang menuju ke tempat wisata, serta kelengkapan penunjang lainnya. Namun, buat kalian yang ingin ke Gelagah Wangi, bisa memakai jasa ojek pangkalan di blabak, tapi jika kalian menggunakan kendaraan pribadi, langsung saja dari arah Turus, Sumbergondo, lanjut ke Tegalsari sampai ke lokasi yaitu Gelagah Wangi.
Akan tetapi, aku yakin jika peran serta pemerintah daerah serta warga sekitar "sengkuyung"(bekerja sama) akan menjadikan semua tempat wisata di Nusantara ini menjadi lebih baik di kemudian hari.
Sesi Dokumentasi..
Berikut adalah beberapa foto yang bisa ditampilkan mengenai objek wisata Gelagah Wangi. (mungkin kedepannya akan ada update foto-foto)
Sebagai tempat wisata alam, Gelagah Wangi menyajikan pemandangan alam yang sangat indah dan sejuk, karena terletak di daerah pegunungan Arjuna.
Pemandangan yang diberikan selayak tempat tertinggi para dewa. Karena area pegunungan, dataran tinggi bumi beririsan langsung ke awan tempat para dewa bernaung.
Selain menawarkan pemandangan yang indah khas pegunungan, Gelagah Wangi juga terdapat bumi perkemahan yang bisa kita gunakan untuk berkemah. Karena tempat ini juga sangat rekomen sebagai tempat untuk menikmati sunset dan sunrise.
Suasana menjelang pergantian siang ke malam, adalah suasana yang cukup syahdu. Ditemani secangkir kopi dan jagung bakar, menambah ritme kehidupan mengalun lambat.
Penutup..
Tuhan memberikan kita alam di bumi Nusantara ini sangat elok membuat iri bangsa lain. Seharusnya kita sebagai manusia Nusantara merunduk nikmat sebagai rasa syukur atas karunia Tuhan dengan tidak merusak alam sekitar. Bohong jika apa yang kita lakukan tidak berimbas ke alam, namun sebagai makhluk yang bijak kita dididik oleh alam semesta untuk saling menghargai dengan misalnya tidak membuang sampah sembarangan, menebang pohon secara anarkis, atau meraup sumber air secara brutal. Agar ibu bumi tidak meledak kan amarah pada anak cucu kita kelak.
Gelagah Wangi ini, adalah jutaan kekayaan alam yang kita punya. Sehingga rasa kepunyaan tersebut akan membuat kita, minimal tidak merusak wajah cantik dari ibu bumi kita.
Dari cerita di atas, sejak dari perjalanan ku sampai berjumpa dengan Gelagah Wangi, merupakan perjalanan spiritual ku kepada Sang Khaliq. Mengumpulkan kepingan puzzle syukur yang tak bertepi. Dan aku bagikan ke kalian semua agar, "ayo datang ke Gelagah Wangi" cicipi hidangan wisata khas Nusantara, yang tidak akan kata dapatkan di penjuru ibu bumi ini.
Sekian cerita jalan-jalan ku kali ini, dan mungkin akan aku update lagi perjalanan di Gelagah Wangi, karena ini baru sepermukaan kuku yang aku ceritakan, jadi sampai jumpa kapan-kapan.
The End
Dan seperti biasa, apapun postingan. Tak perduli nyambung atau tidak! Aku tetap pamerin hasil ku ngegambar jelek buat kalian, dan ini penampakannya!
Dan pastiin kalian mendownload gambar diatas hanya DISINI (shutterstock), untuk sekedar mensupport kami, terimakasih, my friend!

