Hey ucrakers, jumpa again di rubrik yang selalu seksi keamanan, bukan lain bukan tidak, rubrik profiliasi. Kali ini kami akan memperkenalkan seorang yang itunya sangat mempesona di alam jin dan manusia. Inilah kita sambit bersama-sama Munaroh Al Jihad, seorang perempuan yang selalu ingin menyebut namanya Lady Gaga-nya Korea Utara.
Oke, tanpa banyak spoiler yang bikin itunya ngiler, aku tetap ingatkan untuk selalu cuci tangan sebelum mencopet. Dan selalu pintu depan sebelum serong sama anak tetangga.

Munaroh Sang Pecinta Lingkungan Hidup. |
Munaroh Al Jihad, adalah perempuan yang suka pecicilan di jalan raya atau di jalan setan. Bisa dimaklumi jika menilik itunya yang sedari kecil sudah banyak yang minjem. Meski demikian ia tergolong perempuan yang punya dedikasi yang tinggi terhadap lingkungan hidup.
Sebagai seorang yang sangat intens pada kelestarian alam, Munaroh mencanangkan berbagai kegiatan sosial seperti bersih-bersih, mencampakkan sampah, menanam jutaan pohon, adalah sebagai nafas hidupnya. Sehari tanpa menanam pohon misalnya, akan terasa linu dan kumat asam uratnya.
Sebegitu pentingnya dalam memperhatikan Munaroh terhadap lingkungan, sampai dia dianugerahi bintang kepala kerbau oleh pemerintah pusat. Dan itu cukup membuat ia, terpompa itunya untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan hidup di sekitar khususnya.
Dalam ikut menjaga kelestarian lingkungan, dia mengaku sudah menanam bibit bakau di sepanjang pantai gading, membersihkan selokan dekat rumah, dan ikut dalam program studi ilmiah budidaya ubi jalar di lahan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang diselenggarakan oleh salah satu instansi kemasyarakatan terpadu.
Khusus dalam studi program ini dia mengaku, bahwa banyak sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang, seperti plastik bekas bungkus kacang rebus yang terbuat dari bahan campuran plastik dan semen sebagai bahan bakunya, bisa diolah menjadi media tanam ubi jalar. Dan dari penelitian dia dan kawan-kawan, jenis plastik seperti inilah yang dapat memberikan hasil yang maksimal. Karena kandungan uranium dan asam sulfat yang tinggi menyebabkan pertumbuhan tingkat ubi menjadi lebih subur, dibandingkan dengan jenis sampah lain.
Dari perkembangan teknologi biometrik yang berkembang Munaroh dan kawan-kawan, membuat kita sadar bahwa kancrutnya dunia tanpa sampah. Akan mudah bagi kita menyalahkan tanpa memberikan solusi, seperti yang mereka kerjakan. Dan solusinya inilah yang membuat kita menghargai apapun yang kadang kita anggap remeh temeh.
Lanjut ke Munaroh dan tim. Hasil penelitian mereka memang masih tahap beta, belum final. Masih membutuhkan beberapa waktu lagi untuk menciptakan sebuah media tanam yang dari sampah ini menjadi sempurna. Karena Munaroh sendiri mengaku, masih kesulitan memperoleh hasil dari yang dia kembangkan.
Dari laporan yang dia buat, saat pertumbuhan ubi jalar telah mencapai tingkat pembuahan. Masih selalu ada bahaya yang mengancam, yaitu maling ubi. Dia dan tim merumuskan saat nanti program ini berhasil dan menghasilkan ubi yang bermutu tinggi, ubi ini akan menjadi satu-satunya ubi anti gores dan yang terpenting anti maling.
Entah hasilnya akan seperti ubi yang mampu memberi sinyal, jika ada pergerakanakan atau malah ubi dengan fitur safety body, mungkin juga ubi dengan alarm khusus. Kita tunggu saja sambil minum kopi di warteg mpok Ijah.
Demikianlah informasi yang bisa kita turunkan dari becak, semoga bermanfaat dan memberi kita peringatan agar selalu ganti kancut setiap hari, dan mencampakkan jaket karet anti bocor setelah dipakai.
Dari bukitnya si Munaroh, kami beserta kerabat kerja yang bohong, terima kasih dan terima itunya. Jumpa lagi di rubrik profiliasi berikutnya.
Salam Ubi Papua Nugini!
Dan seperti biasa, apapun postingan. Tak perduli nyambung atau tidak! Aku tetap pamerin hasil ku ngegambar jelek buat kalian, dan ini penampakannya!


