-->
  • Jelajahi

    Copyright © Intermezzo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ads

    Kami Kerja.. Kami Semangat.. Kami Kaya.. Kaya.. Kaya..

    john_aripe
    Sunday, January 23, 2022, January 23, 2022 WIB Last Updated 2022-03-18T05:36:58Z
    masukkan script iklan disini

    Sepagi ini aku sudah sarapan nasi sisa kemarin, tempe goreng itupun dari boleh ngutang di warung mak Tumi depan kontrakan. Di tambahin sambel pecel yang aku irit-irit buatan emak dari kampung. Semua terasa nikmat, sebab rasa lapar tidak bisa ditahan lagi dengan doa dan semangat.

    Jam sudah menunjukan angka 6 lebih 15 menit, waktunya meeting bersama para leader handal. Para leader ini akan mengajak bersorak penuh semangat, dengan yel-yel 'kami kerja, kami semangat, kami kaya.. kaya.. kaya..' setelah mengucapkan yel-yel agenda selanjutnya adalah membagi kelompok kerja, jadi setiap hari kami akan di kelompokkan menurut poin yang sudah ditentukan para leader.

    Poin-poin itu didapat dari angka penjualan, sebab kami bekerja di bidang marketing. Lalu poin juga bisa didapatkan dari penilaian pengawas yang juga bagian dari para leader. Dari poin yang dikumpulkan setiap hari, menentukan siapa yang akan membawa barang dagangan paling banyak. Jika jumlah poin lebih kecil dari yang lain, maka kita wajib membawa lebih barang sebagai hukuman karena mendapatkan poin terendah.

    Baca Juga: Denda 5 Juta

    Selanjutnya, jumlah poin juga menentukan jenis barang dagangan yang akan diedarkan. Semisal, jumlah poin lebih kecil akan menjajakan barang dagangan yang berat-berat, seperti kompor, oven, magic jar dan lain-lainnya, sedang poin yang lebi tinggi biasanya akan diberikan kepercayaan menjajakan barang yang lebih ringan, seperti pisau dapur, sendok makan, taplak meja.

    Karena perusahaan yang aku bekerja ini, bergerak dalam bisnis jual alat-alat dapur, maka barang nya dagangan nya terbatas hanya alat dapur semata. Selain itu, CV. Adil Makmur Jaya Sentosa Selamanya, nama perusahaan tempat aku bekerja, tidak hanya melayani pembayaran cash, bisa dikredit maksimal 2 bulan pembayaran. Jadi, peralatan dapur yang kami jajakan bisa lebih mudah menjangkau para konsumen kami.

    Hari ini, aku dapat jatah membawa peralatan yang lebih berat. Yah seperti yang aku kelaskan tadi, poin yang aku kumpulkan tidak masuk kriteria poin tertinggi. Dan aku berada dalam kelompok yang biasanya tidak bisa mengumpulkan banyak poin. Sial, pikirku. Mana tadi sarapan juga tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi, aduh sial benar, umbatku dalam hati.

    Aku bekerja di CV Adil Makmur Jaya Sentosa Selamanya ini, sudah memasuki bulan ke tiga. Dan sebenarnya, aku masuk ke sini juga merasa terjebak dengan sistem kerja di CV ini.

    Sebelum aku masuk kerja, aku adalah pengangguran yang hanya mengandalkan uang orang tua buat jajan. Setelah emak tergiur buat ngredit rice cooker, yang ditawarkan oleh salah seorang anggota CV ini, yang sekarang menjadi leaderku. Emak juga tambah mau ngambil rice cooker tadi lantaran dijanjikan jika emak jadi kredit, bisa dapet bonus panci presto jika mak mau menambah 500 ribu, dari harga rice cooker merk cina yang dibandrol 1juta 500 ribu. Selain itu, mak juga dapet brosur bisa masukin aku ke CV, tempat sekarang aku bekerja.

    Karena emak, telat bayar dan aku terlanjur masuk ke CV, maka otomatis utang plus bunga mak, aku yang harus mencicil dari gajiku yang jauh dibawah UMR di kota ku ini. Jadilah, setiap bulan aku hanya tersenyum saat menerima gaji sebesar 150 ribu selama tiga bulan ini.


    Sebenarnya, jika aku tau bakal begini jadinya aku akan menolak saat mak memintaku buat gabung ke CV. Bukan apa-apa, sebab uang tabungan mak habis buat bayar saat aku masuk. Soal uang masuk itupun, diberi tau saat aku sudah terlanjur tanda tangan kontrak selama 2 tahun di CV. Adil Makmur Jaya Sentosa Selamanya. Jika aku cabut, sebagi konsekuensinya maka aku harus membayar uang ganti rugi sebesar dua kali lipat uang masuk, yang sebesar 1juta itu.

    Sudah kerja tiga bulan, yel-yel CV ini terasa seperti menampar muka pake raket nyamuk. Katanya, kami kerja, kami semangat, kami kaya.. kaya.. kaya.., lah yang kerja siapa yang kaya siapa. Rucek masehhh!

    Note:
    MLM jauh lebih kejam daripada Pembunuhan!
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini