Suhu udara mulai memuai, gegara kabar yang beredar bahwa LPG atau gas[bahan bakar] yang biasa kita buat masak-memasak, direncanakan digantikan oleh DME. DME sendiri adalah hasil turunan dari batu bara, jadi dimungkinkan dari sudut harganya akan lebih murah meriah.
LPG Akan Diganti DME.
Jauh sebelum ini, sobat kayu mati semua pasti tau bahwa bahan bakar rumah tangga adalah minyak tanah. Hingga saat beberapa tahun yang lalu, minyak tanah menjadi sangat langka dan ujung-ujungnya ditake-down dan digantikan oleh LPG atau yang sering kita teriaki sebagai gas 3kg.
Perpindahan dari minyak tanah ke LPG, sangat riuh resam. Sebab, kala itu sebelum tabung ijo yang sudah mirip dengan kacang hijau itu hadir, harga minyak tanah menjadi lebih tidak masuk itungan para emak-emak. Selain juga itu, kalaupun sedikit lebih mahal kelangkaan ada dimanapun, bahkan lubang semut saja jadi langka.
Nah, kali ini saat kita yang sudah terlanjur dilenakan dengan suara clak-clek kompor gas. Beredar kambangan berita, bahwa Gas 3kg mau diganti oleh DME. Kita lihat nanti, apakah harga gas 3kg-an itu bisa mencapai angka 50 rebu sebelum goodbye? Masih menjadi mesteri.
Batu Bara ohh Batu Bara.
Jika dulu kala, batu bara digunakan secara harfiah, berupa gumpalan kotak bernama briket batubara. Dan penggunaan nya, tidak lebih sama dengan penggunaan arang kayu. Jadi sekali nyala, akan terus nyala tidak bisa dimatikan. Buat anak kost yang suka konsumsi mie instan, maka akan sangat kerepotan, tidak praktis dan ekonomis.
Namun, olahan batu bara yang di kemas dalam istilah DME, tidak demikian. Jadi jangan khawatir, untuk urusan penggunaan nya. Tidak serepot briket batubara ataupun arang.
Riuh Rendah Isu Penggantian LPG ke DME
Setiap rezim akan membuat kebijakan yang menurut mereka yang terbaik untuk rakyat merdeka. Namun, tidak demikian halnya dengan yang tidak memilih di bilik-bilik suara di TPS, mereka pasti menentang dengan segala digdaya agar kebijakan tidak jadi divoniskan. Tapi keborokannya, saat mereka bergantian menjadi sekumpulan rezim pengganti, kebijakan itu yang mereka jilat.
Dan kebijakan ini pun digoreng gosong oleh mereka yang bermuka dua. Tanpa melihat keuntungan dan kerugian buat khalayak ramai. Sehingga, di akar rumput pun, menjadi latah bergejolak. Dan itupun yang sudah menjadi tradisi di tanah ini. Miris memang, setiap perubahan akan selalu diawali tabrakan pada tembok tebal para penghasut yang menyebut sendiri nya sebagai bernama oposisi.
Closing.
Para umat kayu mati sekalian, LPG maupun bahan bakar lainnya, mau diganti-ganti sesungguhnya rakyat tidaklah berpengaruh. Akan tetapi persediaan nya, jangan sampai telat bahkan tidak ada. Karena, setiap bahan bakar menjadi langka, bahan pokok lainnya akan menjadi lebih mahal dari pada hari sebelumnya. Jadi, berbijaklah para pemegang rezim sebab kami bukan bahan mainan yang menyenangkan untuk membuat kalian terbahak.

