Beberapa saat yang lalu, densus 88 menggunakan kekuatan nya untuk meringkus Ketum PDRI (partai dakwah rakyat Indonesia). Diendus bahwa ketum ini menyediakan ruang untuk JI(jamiah islamiah, bernaung di bawah keteknya agar tersamarkan.
PDRI itu..
Logo kubah masjid dengan background warna hijau, mencuatkan usaha agar mereka yang bersembunyi dibawah balik logo bendera tersebut, menang adalah muslim maupun muslimah. Bukan agama lain, pastinya.
Pengkultusan terhadap pandangan bahwa selain golongan mereka adalah sebuah kesalahan, merupakan pematik yang menarik berbagai polemik. Jika tuduhan terhadap PDRI yang menyebutkan bahwa sarang mereka menjadi kerudung JI, maka mungkin tidak mungkin organisasi itu akan dibredel oleh rezim penguasa.
Semerbak isu tersebut, diyakini saat kentum PDRI diciduk. Meskipun belum ada deskripsi resmi dari pihak-pihak yang berwenang, sampai tulisan ini dibuat. Makanya, isu tersebut menjadi sangat santer.
JI dan Gerakan Yang 'nganu'
Banyak celah, orang bergerilya memahat keyakinan nya sendiri adalah sebagai sebuah kebenaran mutlak. Jika JI, meyakini bahwasanya perihal jihad yang menghalalkan pembunuhan terhadap diri sendiri maupun target operasi adalah haq, maka di tanah ini JI menjadi musuh segala suku bangsa dan agama.
Sebab, gerakan separatisme semacamnya tidak ada relevansinya dengan cara atau ibadah agama manapun. Pembunuhan terhadap satu nyawa saja tidak bisa ditebus dengan seribu nyawa. Maka, sudah barang tentu pandangan tersebut sangat melenceng jauh dari titik bidik. Akan berbeda cerita, saat orang mendzalimi apa yang kita yakini, itu bisa menjadi wajib hukumnya.
Meskipun, mungkin menurut mereka(para gembong JI ini) menganggap para kapir-kapir itu sudah merusak akhlak melalui berbagai cara. Semisal tayangan, gempuran propaganda, maupun hal sekecil apapun yang mereka(anggota JI) tuduhkan sebagai mendzolimi akidah akhlak mereka, maka itu sebagai dasar sikap separatis dan menebar teror pembunuhan.
Dan sinyalirnya, dengan Partai Dakwah Rakyat Indonesia ini mereka bersembunyi. Biar kelihatan ala-ala organisasi yang seolah tidak bertitik berat pada kegiatan bunuh membunuh lawan mereka.
Closing.
Para kaum kayu mati sekalian, tidak dibenarkan di agama manapun, tindak kekerasan. Jika itu terjadi maka oknum yang salah, bukan agamanya. Jadi sebagai manusia yang telah Tuhan berkahi daya fikir dan rasa, kita bisa memilih dan memilah hal yang bertentangan maupun yang sejalan dengan agama kepercayaan yang kita anut.

