Hey ucrakers, rubrik kali ini adalah sambungan dari curhatan si Dui, beberapa waktu lalu. Baca DISINI
Di postingan kemarin dia bercerita tentang tempat kostnya yang agak ganjil. Sampai ketika dia undang teman sekampung nya untuk datang ke Bandung. Dan temannya ini agaknya punya 'kemampuan' itu.
Okey, sebelum melanjutkan ceritanya. Aku ingatkan kembali agar selalu bahagia dan jangan lupa cuci itunya sebelum makan. Yaudah daripada banyak basi mending kita simak kelanjutan kisahnya.
Malam semakin larut, aku melihat jam meja menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Fitri yang sedari tadi diam saja, tiba tiba seperti ada yang menggoyangkannya badannya. Sebagai informasi saja, aku dan Fitri pernah melakukan hal seperti ini. Jadi aku tidak panik, melihat Fitri seperti itu.
Kemudian dari mulut Fitri muncul asap yang seperti asap rokok. Putih namun tidak begitu tebal. Matanya yang tajam melihat ku kayak dia tidak pernah mengenal ku. Sebenarnya aku agak risih dengan tatapan itu, tapi karena ini bukan pertama kalinya, jadi aku biarkan saja.
Dari mulut nya, terdengar suara tidak jelas. Bergumam lirih namun begitu berat. Semakin lama suaranya semakin meninggi, dan aku tau dia tidak bisa berbicara bahasa sunda. Akan tetapi, dari mulutnya terdengar dia berbicara memakai bahasa sunda. Aku sendiri pun juga tidak bisa mengerti, walaupun aku sudah setahun lebih berada di Bandung.
Namun, sedikit ada kosa kata yang aku pahami. Seperti Siapa kamu, lalu makan selebihnya aku tak bisa menerjemahkan apa yang diucapkan Fitri. Karena itulah, aku cuma bengong sambil masih bersila di depannya.
Sementara itu, di luar tidak ada yang tau apa yang sedang kami lakukan. Karena, aku cuma bilang ke mereka kalau Fitri adalah teman ku, dan kami sekampung. Jadi tidak ada yang tahu jika Fitri bisa melakukan hal-hal yang diluar nalar, seperti yang terjadi di malam itu.
Entah bagai mana terjadi, tiba tiba Fitri menunjuk langit langit kamar. Itupun tanpa memalingkan wajahnya dari aku. Aku mencoba bertanya, apa yang dia maksudkan dengan gerakan itu. Tanpa ada jawaban, kemudian Fitri bangun dari duduknya. Mendekati aku, jujur aku agak ciut waktu itu. Karena aku tau yang ada di dalam tubuh Fitri bukan lah Fitri yang aku kenal.
Lalu dia memelukku, membisikkan kata-kata bahasa sunda yang aku tidak tahu. Kemudian dia menjilati leher ku, sontak aku dorong tubuh sahabatku itu. Semakin kuat aku mengelak, semakin kuat juga dia mencengkram ku. Akhirnya aku pasrah dan membiarkan apa yang dia lakukan kepada ku.
Aku tidak bisa berkata apa-apa, aku tidak mampu untuk melawan. Kemudian, tanganku dia cengkram erat, seperti aku mau diperkosa saja, pikirku. Dan semakin liar Fitri menjilati leher dan pipiku. Aku yang baru pertama kali merasakan hal seperti ini, hanya bisa pasrah dan pasrah. Namun dalam hatiku, aku menjeit minta pertolongan dari Tuhan, agar semua cepat berakhir.
Tak sampai di leher dan pipi, Fitri mulai ke dadaku digenggamnya dadaku, otomatis jantungku berdetak kencang. Seumur hidupku belum pernah ada yang menggenggam dadaku, kecuali aku sendiri. Rasanya tak karuan, karena aku mulai tidak nyaman dengan perlakuan Fitri, aku mencoba menggeliat.
Dan akhirnya, Fitri jatuh tertidur di dadaku. Aku mencoba membangunkan nya, kutepuk tepuk pipinya. Namun sepertinya ia tertidur pulas. Lalu dengan sekuat tenaga aku papah ia di pembaringan ku. Aku tidurkan dia.
Jantung ku masih berdebar-debar, mengingat apa yang barusan terjadi. Kami memang dekat, hampir seperti kakak adik. Karena Fitri adalah anak tunggal dan dia tidak punya teman selain aku. Namun, apa yang terjadi barusan adalah hal pertama kalinya ia lakukan padaku.
Aku masih belum juga tertidur saat, Fitri terbangun. Kemudian dia bercerita, tentang sosok wanita yang menghuni kamarku ini. Dengan cerita nya, terjawab sudah apa yang menjadi pertanyaan ku, bila memang tempat ini pernah dijadikan tempat bunuh diri.
Memang sosok ini tidak jahat, namun sering usil katanya. Dan dia suka kepada ku begitulah Fitri menceritakan. Kemudian aku ceritakan apa yang Fitri lakukan padaku tadi. Fitri cuma tersenyum. Lalu dia biang seperti nya sosok ini seseorang yang suka sesama jenis.
Kemudian aku bertanya, apakah bisa sosok ini kita usir atau pindahkan ke tempat lain, Fitri cuma menggeleng. " Aku tak mampu melakukan itu, ui " kata Fitri. Kemudian dia menambahkan lagi, jika merasa tidak nyaman untuk tinggal di kamar ini, dia sarankan untuk pindah. Karena tidak mudah untuk membuat sosok yang katanya mati penasaran karena bunuh diri.
Kemudian Fitri menambahkan lagi, jika ada sesuatu benda yang ada di balik langit langit, tolong kembalikan, karena itu adalah barang mainan sosok tersebut. Lantas aku ingat pada golek yang diambil oleh Bapak kost beberapa hari lalu, aku bilang ke Fitri tentang hal itu. Fitri cuma tersenyum sambil memeluk ku.
Setelah seminggu dari kejadian itu, aku memutuskan untuk pindah kost sesuai anjuran sahabatku tersebut. Karena setiap malam selama satu mingguan itu, aku mengalami hal-hal yang membuat aku tidak nyaman lagi, seperti pintu yang terbuka sendiri meski sudah aku pastikan menguncinya, buku tiba tiba menghilang, dan lain sebagainya. Dan lebih parahnya lagi hampir tiap tidur pasti aku mimpi buruk.
Setelah aku pindah kost yang lumayan jauh dari tempat itu, aku merasa tenang kembali, aku bisa melanjutkan aktivitas ku tanpa harus mengalami hal yang di luar nalar. Demikianlah ceritaku terimakasih buat gossiphobia, untuk penayangan ceritaku ini, semoga makin ramai dan sukses selalu.
Demikianlah rubrik curhat kita kali ini, moga bisa menjadi hiburan buat kalian. Dari itunya Dui yang kesempatan, kami seluruh kerabat kerja yang bertugas mohon undur diri dan jumpa lagi di rubrik curhatan berikutnya.
Salam Kancut Harimau Papua!
Dan seperti biasa, apapun postingan. Tak perduli nyambung atau tidak! Aku tetap pamerin hasil ku ngegambar jelek buat kalian, dan ini penampakannya!
Dan pastiin kalian mendownload gambar diatas hanya DISINI (shutterstock), untuk sekedar mensupport kami, terimakasih, my friend!


