-->
  • Jelajahi

    Copyright © Intermezzo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ads

    Tiga Adab Dalam Memberikan Nasihat

    john_aripe
    Tuesday, August 24, 2021, August 24, 2021 WIB Last Updated 2021-08-24T11:10:31Z
    masukkan script iklan disini
    Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh 

    Sobat muslim yang dirahmati Allah SWT. Sebagai sesama muslim, kita diwajibkan untuk selalu nasihat-menasihati. Sampai dalam Sunah Nabi Agung Muhammad Saw bersabda, sampaikan nasihat meski hanya satu ayat. Nasihat yang dimaksud adalah ayat-ayat Al-Qur'an. Sebab, Al-Qur'an banyak mengandung banyak nasihat di dunia maupun bekal di akhirat.

    Nasihat-menasihati bisa juga diartikan dengan saling mengingatkan untuk kebaikan tentunya. Atau bisa juga disebut dengan saling berbagi pengetahuan tentang keilmuan beragama kepada mereka yang masih belum paham atau mengerti. Dan keilmuan beragama tentu sekali dalam spektrum yang luas pula, seperti dari tata cara beribadah, berbaik budi dalam sikap bermasyarakat atau sampai memahami tentang agama itu sendiri.

    Sobat muslim yang dirahmati Allah SWT. Sikap tawadhu atau rendah hati dalam memberikan nasihat kepada orang lain, adalah hal yang wajib dilakukan setiap kali memberikan nasihat. Jika saat ada sedikit saja sikap sombong, atau congkak meski itu dalam hati, maka nasihat akan berubah menjadi Monster buat kita sendiri. Yang awalnya baik malah menjadi sangat tercela dalam diri sendiri. Sikap memandang rendah orang yang kita nasihati, seperti bubuk benih di tanah yang subur, yang akan menumbuhkan rasa menuhankan diri sendiri, naudhubillah min ndzalik.

    Tiga Adab Dalam Memberikan Nasihat.

    Maka, memberikan nasihat pun ada adab yang harus dilakukan dengan sesungguh-sungguhnya. Diantaranya adalah:

    1# Tawadhu atau tidak sombong, seperti yang ditulis diatas.

    2# Kemudian, bertutur baik dalam memberikan nasihat kepada orang lain. Bertutur baik disini, dimaksudkan untuk menjaga agar orang yang kita nasihati tidak tersinggung atau merasa digurui.

    3# Selanjutnya adalah, nasihat yang sesuai dengan norma-norma agama islam, bisa diambil dari Al-Qur'an maupun Hadits Nabi Muhammad Saw. Ini penting sebab, ayat-ayat dalam Al-Qur'an dan Hadist hukum nya Haq, atau sesuatu hal yang sudah ditetapkan sebagai hal yang baik dan tidak bisa diganggu gugat.

    Tiga adab diatas bisa diaplikasikan pada bentuk dan penyesuaian keadaan waktu dan tempat. Meski begitu, hal yang tertanam dalam hati maupun sikap adalah selalu tidak sombong dengan apa yang kita nasehatkan.

    Hikayah.

    Sobat muslim yang dirahmati Allah SWT, berikut ada hikayah yang insyaAllah bisa kita petik sebagai contoh. Hikayah ini aku dapat dari seorang kawan, yang mungkin hampir mirip dengan hikayah cucu-cucu Nabi yaitu hasan-husain saat ada seorang yang belum tahu tata cara wudhu. Berikut kisahnya,

    Hari itu siang terasa terik sekali, bulan penanggalan Masehi tepat tanggal 14 Agustus. Sangat terik untuk ukuran musim kemarau beberapa tahun terakhir ini. Dan beberapa hari lagi akan tiba perayaan kemerdekaan Indonesia. Di daerah kami, akan diadakan perlombaan tingkat kelurahan.

    Perlombaannya sendiri akan diadakan di kampung tempat tinggal ku. Jadi, beberapa hari ini kami dan pemuda kampung sangat sibuk mempersiapkan perlombaan tersebut. Jenis perlombaan sendiri, mewajibkan setiap kampung mengirim beberapa wakilnya, untuk mengikuti berbagai jenis perlombaan.

    Jenis perlombaan terdiri dari olahraga fisik, tata boga atau masak-memasak, sampai lomba tahfiz Al-Qur'an dan Adzan. Pesertanya dibagi menjadi tingkatan umur. Serta tingkat pendidikan formal. Jadi, setiap kampung akan memilah para pesertanya yang akan maju pada perlombaan yang akan di laksanakan dua hari berturut-turut, 17-18 Agustus di kampung ku.

    Singkat cerita, saat persiapan sudah selesai dan semua tempat-tempat yang untuk perlombaan juga sudah siap. Tanggal 17 Agustus pun datang juga, dari pagi diadakan upacara bendera dan langsung dilanjutkan dengan perlombaan. Suasana kampung menjadi lebih meriah dan ramai.

    Di sela-sela perlombaan, tepatnya saat waktu ndzuhur tiba. Semua istirahat makan dan sholat, saat sholat hampir semua berjamaah di masjid kami.

    Ada seorang paruh baya dari warga kampung sebelah yang ikut juga berjamaah. Entah karena terpaksa atau memang benar-benar ikut berjamaah. Si bapak ini, entah karena grogi atau memang tidak tahu tata cara berwudhu, tidak tertib. Dari membasuh muka lalu langsung ke kaki dilanjutkan membasuh seluruh rambut kemudian tangan.

    Ada dua anak tetanggaku, yang melihat adegan bapak tadi berwudhu. Entah kenapa tiba-tiba keduanya seperti berakting, guru dan murid yang sedang belajar wudhu, tepat disamping bapak tadi. Dan kedua anak itu benar-benar dalam melakukannya.

    Sesaat kemudian, si bapak tadi terdiam melihat tingkah laku kedua anak tersebut. Meskipun memang kedua anak tersebut yang berumur 10 dan 12 tahun itu, sedang memberikan nasihat atau mengingatkan kepada bapak tadi. Namun dari cara mereka tidaklah menyinggung perasaan orang yang mereka ingatkan, karena mereka tidak langsung ngomong ke bapak yang salah mengerjakan wudhu tersebut. Dan, kemudian bapak itu, memperhatikan serta langsung mempraktekkan apa yang kedua anak kecil itu lakukan.

    Penutup.

    Sobat muslim yang dirahmati Allah SWT, hilayah di atas, hampir sama persis dengan yang dilakukan oleh cucu-cucu Nabi Muhammad Saw. Yang intinya memberi tahu tatacara wudhu yang baik dan benar menurut syariat tanpa menyinggung perasaan orang yang diberi nasihat. Terlebih lagi kepada orang yang lebih tua, sebab biar bagaimanapun kita harus tetap menghormati orang yang lebih tua.

    Sekian dulu sobat muslim hikayah yang mungkin bisa kita bersama ambil hikmahnya. Jika ada salah kata atau ada kalimat yang tidak bisa dipahami atau bahkan sebuah kesalahan, semua murni dari aku sebagai penulis, jadi mohon kemakluman kemaafan nya. Aku akhiri dan insyaAllah jumpa lagi kapan-kapan.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wa barrokatuh
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini