Ada sebuah kisah di perdana bulan November ini, sebuah cerita yang mungkin membuat banyak pihak merundung kesedihan (mungkin). Sebuah kecepatan di jalan tol menuju Surabaya, yang mengakibatkan kematian seorang artis ibukota.
Banyak pihak ikutan sibuk, terutama beberapa televisi. Mereka memblok acara hanya untuk membius berita ini, bahkan sampai beberapa hari. Dan begitu heboh nya, sampai aku pun ikutan nimbrung buat bikin postingan gak mutu ini.
Antara Vanessa dan Angel
Lain dulu, lain juga pemberitaan nya. Jika diingat angka tempe 80 juta, maka nama Vanessa terpaut. Tetapi waktu berlalu begitu saja, sampai kejadian naas itu membuat Angel menjadi seperti magnet tersendiri.
Tapi, inilah dunia entertain. Toh, seorang penjahat kelamin sekelas Saepol saja, selepas lapas malah disambut bak pahlawan, yang menang di medan laga. Padahal ia sudah menimbulkan trauma pada si korban.
Memang, tidak bisa head to head atau apple to apple. Kasus Saepol dengan Vanessa. Minimal, masyarakat kita sangat mudah lupa pada dosa seseorang di masa lalu nya. Yang awalnya mengecam, sekarang berebutan untuk belagak paling care.
Toh, memang tidak ada yang salah. Sebab kemerdekaan berpendapat diatur oleh undang-undang. Jadi jangan sampai tersinggung.
Spirit of the Sugar Lady's
Lain Vanessa, lain juga Angel. Jatah per-malam nya pun dalam hitungan dolar. Meskipun begitu, hikayat ini berbeda. Sugar lady julukan di aplikasi me chatting, mengaku masih rela menjanda demi cinta satu malam.
Lantas bagaimana pendapat kalian? Antara Vanessa dan Angel? Cantik, modis, punya body mirip gitar akustik. Tapi pernah mendagangkan surga dunia kepada siapapun yang mampu bayar.
Closing
Apapun pendapat kalian tentang bagaimana cara ku menghikayahkan selumit aib seseorang. Tetapi, harus kalian pahami agar kalian bisa mengambil hikmah dari setiap kisah hidup manusia.
Agar menjadikan titik hitam kehidupan, supaya kita bisa mengendalikan segala keburukan dunia. Atau minimal, bisa menjadi kambing hitamkan. Membuat kita merasa lebih suci dari mereka yang berani menaruh harga diri setara nilai uang saja.

