Hey ucrakers, apakah benar minyak goreng yang langka di pasaran itu karena di'tumpuk' oleh sebagian oknum?
Berdasarkan penemuan pemerintah melalui kementerian perdagangan (kemendag) harus nya pasokan minyak goreng sangat cukup, jika dilihat dari angka pasokan produsen minyak goreng itu sendiri. Hal ini juga diaminkan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan, yang mengaku bingung ujung pangkal kelangkaan minyak goreng.
Kalau lihat dari data yang ada, produsen minyak goreng, itu sudah mencapai 351 juta liter selama 14 hari, kebutuhan kita selama per bulan sebenarnya berkisar antara 279 sampai 300 juta liter. Dengan angka demikian, para produsen sudah mematuhi aturan Domestic Market Obligation yang sudah dikeluarkan pemerintah. Sehingga seharusnya pasar sudah kebanjiran minyak goreng.
Akan tetapi kelangsungan kelangkaan minyak goreng sudah berlangsung sekian lama, hampir berada di angka 3-4 bulan terakhir, lantas 'diminum' kemana minyak goreng yang telah terproduksi itu?
Kemendag selaku pihak dari pemerintah, sudah menginstruksikan ke bawahnya yakni satgas pangan di kota dan provinsi, agar melakukan evaluasi serta sidak ke lapangan, yakni pasar tradisional maupun pasar modern. Semua dilakukan agar supaya 'kemacetan' dari hulu ke hilir segera diselesaikan, tujuan nya jelas menekan harga yang gila-gilaan. Di pasar tradisional maupun modern, sekarang berkisar antara 14 ribu sampai 17 ribu per liter nya, harga demikian semakin parah sebab kelangkaan minyak goreng itu sendiri.
Langkah-langkah ini diambil seyogyanya mampu membuat harga dan keadaan minyak goreng menjadi setabil, sebab menjelang bulan Suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri sudah di depan mata, yang menjadikan permintaan pasar pun makin naik dibeberapa waktu mendatang.

