Hey cecoters, hari ini adalah masih di pertengahan Agustus. Jadi udara masih sangat menyengat sampai ke ubun-ubun. Meskipun, beberapa hari kemarin masih terasa juga hujan basah mengguyur di wilayah tempat tinggal ku.
Aku Seorang Traveler..
Aku adalah seorang traveler yang sering kali melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain. Bahkan dari satu pulau ke pulau yang berbeda lain nya. Keseringan ku ini memang sudah menjadi bagian dari kehidupan ku. Bukan karena aku bosan dengan satu wilayah, akan tetapi ini memang bagian dari pekerjaan ku, sebagai survei lokasi di sebuah perusahaan agensi.
Banyak hal yang aku kerjakan dari pekerjaan ini. Dari mulai tata kota sebuah wilayah, sumber daya alam maupun manusia nya, bahkan sampai sistem transportasi di suatu tempat. Yang kemudian dari apa yang aku pelajari, akan menjadi data untuk dijual oleh perusahaan ke investor atau bahkan kita pernah beberapa kali bekerja sama dengan pemerintah pusat.
Namun, aku lebih senang disebut sebagai traveler daripada disebut sebagai seorang agensi atau tukang survei lokasi. Karena, traveling itu sebuah predikat yang lebih menyenangkan dari segala pekerjaan. Jujur, aku suka jalan-jalan nya bukan pekerjaan meneliti sebuah wilayah.
Kejar Date Line Laporan..
Tanggal masih menunjukkan 8 Agustus, namun klien sudah teriak-teriak menurut hasil survei lapangan yang aku harus buat. Padahal, perjanjian nya akhir bulan baru kita bisa memberikan laporan. Tapi karena ini memang tuntutan tugas, jadi aku kerjakan dengan hati yang senang.
Pikirku, dua atau tiga hari juga selesai. Karena aku sebelum nya sudah pernah menjelajahi daerah Timika ini. Jadi aku bisa mengevaluasi apa saja yang sudah berkembang semenjak 5-10 tahun terakhir. Karena terakhir aku menganalisa daerah ini adalah 7 tahun yang lalu.
Dari tata perkotaan, masyarakat sekitar, sampai hal yang kursial yaitu, pengembangan ekonomi nya. Karena perusahaan yang mengorder analisa ku ini, adalah perusahaan jasa pengiriman barang.
Pesawat Terbang..
Perjalanan dari Jawa ke Papua dengan pesawat terbang, yang aku tempuh sekitar 6 jam perjalanan. Aku berangkat dari tanggal 9 Agustus, karena aku ingin menjumpai seorang teman jadi aku berangkat lebih awal. Di pulau Papua aku mendarat di bandara Sentani, karena di Sentani aku mempunyai seorang kawan yang lama aku tak menjumpai nya.
Setelah sampai di rumah temanku tersebut, aku menginap beberapa hari. Dan sekalian aku jalan-jalan di Sentani. Sambil jalan, aku juga menganalisis kota ini. Jadi barang kali nanti di lain waktu aku bisa menggunakan nya sebagai data.
Setelah itu, aku terbang ke Manokwari menggunakan maskapai lokal. Pesawat terbang kecil yang bisa mengantarkan kita dari satu wilayah ke wilayah yang lain. Di Manokwari, aku juga jalan-jalan sambil menganalisis daerah tersebut. Baru keesokan nya aku ke Timika. Dan ingat, di Papua angkutan umum rata-rata adalah pesawat terbang. Bukan kereta ataupun bus. Jadi aku pikir orang Papua lebih keren.
Pesawat Mengalami Kecelakaan..
Hari itu tanggal 13 Agustus, pukul setengah sembilan pagi aku berangkat dari Manokwari ke Timika. Saat landing semua baik-baik saja. Tidak ada kendala sedikit pun. Sebelum berangkat pun aku berdoa, karena memang aku suka traveling, dan sudah ratusan kali naik pesawat terbang. Namun, entah mengapa aku tetap selalu was-was saat mengudara.
Baca Juga: Kecelakaan Yang 'nganu'
Pesawat masih tetap pada posisi jalurnya. Karena pesawat yang aku tumpangi sejenis pesawat komersil kecil, jadi terbang juga tidak terlalu tinggi. Sehingga aku bisa menikmati pemandangan alam melalui atas pesawat. Sesampainya di daerah pegunungan, yang entah aku tidak tau namanya. Pesawat jadi agak oleng, entah karena ada kabut atau pandangan pilot agak terganggu menjadikan pesawat agak berasa tidak stabil.
Dan tiba-tiba ada suara yang sangat keras dilanjutkan dengan goncangan yang sangat dahsyat. Sehingga aku terpental ke depan. Kemudian aku tidak ingat apapun, semua gelap.
Penyelamatan..
Entah berapa jam atau berapa lama aku tergeletak tak berdaya. Pertama kali aku membuka mataku, aku berada di perkampungan penduduk suku pedalaman. Untung saja, ada dari mereka penduduk dari suku pedalaman itu, yang bisa berbahasa Indonesia. Meskipun, aku juga agak sulit menerjemahkan apa yang ia tanyakan, karena aku yakin dia juga tidak selalu menggunakan bahasa Indonesia.
Singkat cerita, setelah aku agak lumayan bisa kuat berjalan. Niatnya aku akan diantar ke daerah perkampungan penduduk disekitar hutan tersebut. Namun di perjalanan kami berpapasan dengan tim SAR yang memang sedang mencari korban pesawat yang aku tumpangi. Maka, aku langsung dibawa oleh tim SAR ke tempat medis. Tak lupa aku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seorang pemuda yang dari suku pedalaman tersebut, yang aku sendiri tidak tahu namanya. Tapi aku janji padanya, suatu saat aku akan berkunjung ke tempat nya.
The End..
______________________

