-->
  • Jelajahi

    Copyright © Intermezzo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ads

    Why! ODGJ

    john_aripe
    Sunday, August 1, 2021, August 01, 2021 WIB Last Updated 2022-03-22T19:16:36Z
    masukkan script iklan disini
    Hey cecoters, jumpa lagi. Gimana pipis masih dipegangin? Kayak aku dong, dipipisin sssssssssat!



    Kalian tahu kan, kalau beberapa waktu lalu om Deddy ma Mongol di somasi oleh 80 organisasi, yang semuanya mengatas namakan sebagai organisasi pemernati Orang Dengan Gangguan Jiwa, atau ODGJ.

    Awalnya, mereka (orang-orang yang mensomasi) melihat dan mendengarkan podcast om Deddy. Yang membahas seputar corona, bahwa orang gila tidak tertular virus, karena orang gila sangat menjaga prokes. Kenapa begitu, kata Mongol, orang gila akan jaga jarak antara mereka.

    Nah, permasalahan yang para organisasi ini permasalahkan adalah, penggunaan kata orang gila. Karena, penggunaan istilah orang gila diatur di undang undang ITE dan digantikan dengan ODGJ atau Orang Dengan Gangguan Jiwa.

    Dan berakhir dengan om Deddy serta Mongol meminta maaf pada publik, serta om Deddy mengtake-down video yang berisi ngobrolin ODGJ di kanal YouTube pribadinya. Karena itu yang 80 organisasi tuntutkan kepada mereka. Dan permasalahan pun selesai.

    Seperti biasanya, aku disini tidak mau memperkeruh suasana, yang memang sudah selesai. Namun, seperti biasa aku hanya beropini, sesuai dengan apa yang ada di otakku, sekalian pansos! ssssssssssssat!

    Menurut ku, penggunaan istilah dalam berbahasa atau bertutur kata, tergantung pada jenis pemakaian. Seperti pisau, bisa untuk membunuh bisa juga untuk memotong cabe. Dan kasus di atas, aku pikir om Deddy Corbuzier dan Mongol Stress, tidak menyalah-gunakan istilah "gila" dan tidak seharusnya berujung pada somasi.

    Karena, kata gila yang mereka gunakan bukan untuk ditujukan untuk seseorang. Dan jelas konteks nya lebih kepada buat seru-seruan saja. Beda kasus nya, jika penggunaan kata gila, untuk menunjukkan atau menyangkut pautkan pada seseorang.

    Makanya, Why! Why! Why! saja buat yang mengatasnamakan 80 organisasi kejiwaan. Terlepas dari pansos atau yang lainnya, aku rasa penggunaan istilah ODGJ itu ditujukan untuk penggunaan kalimat pengganti orang. Bukan untuk jamak orang. Dan Why! ODGJ!!

    Kesimpulannya adalah jangan lupa siram air sehabis BAB!

    Dan seperti biasa, apapun postingan. Tak perduli nyambung atau tidak! Aku tetap pamerin hasil ku ngegambar jelek buat kalian, dan ini penampakannya!

    Dan pastiin kalian mendownload gambar diatas hanya DISINI (shutterstock), untuk sekedar mensupport kami, terimakasih, my friend!
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini