Hey cecoters, banyak hal yang membuat kita sadar bahwa manusia adalah makhluk yang saling berhubungan. Misalnya hubungan antara laki laki dan wanita, semua saling melengkapi dan mengisi. Namun kadang pula dalam hubungan yang saling berhubungan, perlakuan tindas atau saling untung rugi di antara mereka.
![]() |
| sebuah peristiwa |
Hari ini aku membaca artikel tentang hubungan yang memusingkan. Diantaranya seorang penyanyi dangdut yang menahan atau menyandera seorang ABG untuk memuaskan hasrat seksualnya. Sungguh sangat ironis memang, seorang perempuan yang berstatus janda beranak satu.
Namun realitas, realitas kehidupan manusia. Di samping saling berhubungan sebagai makhluk sosial di sisi lain, menyimpan kemesraan dalam balutan pemaksaan. Lantas apa yang membedakan hubungan timbal balik dengan hubungan yang seperti kasus diatas? Di balik kejadian pasti tersimpan sebuah hikmah.
Namun terlepas dari hikmah, kita coba menelaah sebentar untuk kasus penyanyi dangdut ini, karena menurut ku sangat menarik untuk diulik lebih kasar lagi. Pertama, jika benar si penyanyi dangdut menyandera si korban untuk sebuah les nyanyi yang cukup mendewasakan ABG tersebut.
Pertanyaan yang timbul, apakah pemuda tersebut 'melambai' sampai tidak bisa escap diri dari les nyanyi tersebut? Karena kejadian ini berlangsung selama tiga hari. Dengan kerentanan waktu yang cukup mendewasakan tersebut, tidak kah terpikir dari si korban untuk dilarikan diri?
Kita bahkan bisa mendebatkan itu, dibanding hanya si janda anak satu yang mencekoki si korban dengan sampai mabuk lalu memaksanya untuk karaoke berdua. Seperti yang dituturkan si korban ke pihak kepolisian.
Kita semua sepakat, nafsu birahi lelaki dengan perempuan sangat jauh berbeda. Meski dalam keadaan tertentu ada kalanya juga perempuan yang memiliki hasrat yang berbeda dengan perempuan lainnya. Tapi itu juga sangat jarang sekali, taruhlah si penyanyi dangdut ini memiliki 'itu'. Maka sangat mungkin.
Tapi dengan waktu kejadian yang berlangsung selama tiga hari tersebut, yang membuat aku geleng kepala. Karena disini si ABG mengaku sebagai korban. Kalimat ku akan sangat berbeda jika si pemuda mengaku saling berhubungan dengan si janda tersebut.
Menurut ku, tindak asusila yang seperti kasus ini. Tidak ada korban, akan berubah persepsinya jika setelah tiga hari si pemuda tidak pulang. Pas pulang dalam keadaan memar darah atau pas diketemukan, kepala pisah dengan badan. Realita nya yang mengaku korban masih segar bugar dan mungkin seperti kesannya saat berkaraoke ria dengan si jandes anak satu tersebut.
Jadi sangat jenaka sekali jika mengaku korban tapi sama sama menikmati bergumulan penuh dewasa itu. Tapi kembali lagi ini persepsi gembel saja, karena sangat mungkin juga si janda memperkosa dengan pembohong pada si pemuda selama tiga hari berturut-turut, dan sampai tidak membolehkan si pemuda untuk lepas dari pelukan nya. Itu kan logika yang mereka bangun.
Dah segitu aja persepsi tentang artikel yang sedang viral belakangan ini, lanjut ke template berikut ini.
![]() |
| template berwarna merah muda |
Template di atas masih berupa template berwatermark, jika kalian mau yang bersih tanpa tanda. Seperti biasa kalian bisa mendownload portofolio ku di shutterstock ku. Dengan klik menu di samping kiri atas. Pilih shutterstock dan kalian akan dibawa ke portofolio ku dan tinggal pilih.
Cerita sedikit tentang template di atas. Template ini aku buat lewat aplikasi pictart. Dengan matrial yang tersedia di aplikasi tersebut.
Pink Days sendiri aku terinspirasi dari sebuah lagu lama, cuman aku lupa siapa yang nyanyiin. Tapi dari situ lah template ini dibuat.
Sekian dulu postingan, jumpa di lain waktu, dan terimakasih banyak atas kunjungannya.



