pada zaman dahulu, ada seseorang yang sangat jahat. kejahatan nya, tak tanggung-tanggung, dari merampok, memalak, mencuri. saat dia merampok tak pula mengenal miskin atau kaya, siapapun mereka asal punya barang yang dia maui, akan dia ambil.
pada suatu ketika, dia menginginkan sesuatu barang. bertepatan barang yang dia mau, adalah milik seorang janda tua yang miskin dan hidup seorang diri. dalam hati si orang jahat ini, 'pokoknya nanti malam barang itu harus jadi milik ku'.
dilakukanlah oleh nya persiapan untuk merampok ke rumah seorang janda tua itu. cangkul dan linggis serta pakaian yang serba hitam ia kenakan.
ba'da isya', dah selesai ia persiapan. berangkatlah orang jahat itu kerumah yang ia tuju.
karena zaman dulu belum ada listrik, maka satu-satunya penerangan di rumah itu hanya lampu minyak yang remang-remang. dipandangilah kedalam rumah lewat sela-sela dinding dari bambu. dilihatnya si empunya rumah masih mengenakan mukena lusuh, ternyata ibuk itu sedang dzikir.
lama ia menunggu, sembari sesekali memandang ke dalam rumah. namun ibu itu, atau si janda tua itu masih saja berdzikir. dan setelah berdzikir, kemudian ibuk itu membaca al qur'an. meski sudah tua dan dimakan usia namun suara dari ibu itu sangatlah merdu.
dan saking merdunya, sampai-sampai si jahat yang hendak mencuri barang di rumah janda tua itu tertidur, hingga tak berasa subuh pun tiba.
ketika adzan subuh berkumandang, si jahat tadi terbangun. ia agak linglung sebentar. lalu dengan kecewa ia berniat pulang, saat mau mencari peralatannya yang ia siapkan untuk maling. tak sengaja ia memegang kepompong.
dipandanginya kepompong itu, lalu ia berfikir. 'oalah kau kepompong, hidupmu dulu adalah ulat, yang orang pun risih melihat mu, menyentuhmu pun akan gatal-gatal. namun kau mau berusaha menahan diri didalam bentukmu sekarang, hingga saatnya nanti, kau akan berubah menjadi kupu-kupu yang indah. betapa hidupku selama ini adalah ulat, orang tak mau perduli padaku, sudah banyak orang yang gatal karenaku. kalau begitu aku tak mau kalah padamu, aku akan menjadi kepompong sepertimu!'
singkat cerita, si orang jahat tadi berguru pada seorang kiai, dan berubah jadi kupu-kupu(orang baik) didalam masyarakat, dan meninggalkan kebiasaannya dahulu saat menjadi ulat.

